Bermain-main dengan IGOS Nusantara

IGOS Nusantara adalah Linux yang berbasis Redhat. Sementara itu saya sendiri lebih suka (lebih biasa) menggunakan Debian. Lebih jauh lagi, akhir-akhir ini saya lebih banyak menggunakan Mac OS X. Untuk itu saya perlu belajar menggunakan IGOS Nusantara.

Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah memasang program aplikasi atau paket baru. Di Debian hal ini sangat mudah dilakukan dengan perintah “apt-get”. Misalnya kita ingin memasang program flock, maka kita tinggal mengetikkan

apt-get install flock

Untuk IGOS Nusantara yang berbasis Redhat ini, pengelolaan paket dilakukan dengan menggunakan program “rpm”. Sayangnya saya tidak tahu caranya untuk memasang program dari jaringan dengan menggunakan rpm. Contoh-contoh yang ada menunjukkan bahwa saya harus mengambil (download) dulu paket yang ingin diinstal kemudian jalankan rpm terhadap paket tersebut. Wah, repot.

Untungnya ada program “yum” yang mirip dengan “apt-get” itu. Kalau kita ingin memasang paket “gcc”, kita tinggal mengetikkan

yum install gcc

Hanya saja program “yum” ini kelamaan untuk startnya. Ketika ingin memasang paket, maka dia harus cek data atau konfigurasinya dulu. Saya sudah gunakan opsi “-C” untuk melihat cache saja, tetapi masih lama. Maklum saya sudah terbiasa dimanjakan dengan “apt-get”. Tak apalah.

Setelah bisa menggunakan “yum”, maka saya pasang C compiler (gcc) dulu. Pemasangan mulus. Untuk menguji C compiler ini saya ambil source code dari perl dan saya coba rakit dengan C compiler itu. (Mengapa perl? Kayak nggak tahu saja … he he he. Saya kan penggemar perl.)

Ternyata ada masalah dalam merakit perl karena program “make” (atau “gmake”) belum terpasang. Pasang dulu program make itu. (Aduh…) Setelah itu kembali saya mencoba compile perl. Ternyata berhasil dengan satu jalan! Aha, ternyata tidak sesukar yang saya bayangkan.

Selanjutnya … saya ingin mencoba mengubah kernelnya. Wah, harus download source code kernel Linux yang cukup besar. Mestinya di Indonesia ini ada mirror ya. Mirror mana yang paling dekat dengan saya (via Melsa atau ITB)?

Khutbah Jum’at: Tentang Air

Hari Jum’at yang lalu saya diajak pak Sanny untuk Jum’atan di DPMA. Ini pertama kalinya saya jum’atan di sana. Ternyata banyak juga dosen ITB yang jum’atan di sana.

Topik yang dibahas kali itu adalah tentang air. Maklum, DPMA itu Dinas yang mengelola air. Pas hari sebelumnya adalah Hari Air Sedunia. Sebagian besar orang, termasuk saya, tidak begitu paham akan hal ini. (Mungkin juga tidak peduli?) Padahal air ini betul-betul dibutuhkan oleh manusia. Bayangkan kalau kita hidup tanpa air? Badan kita pun sebagian besar terdiri dari air. Bahkan ada kebiasaan kalau orang meninggal, kuburannya dikucuri dengan air. (Katanya untuk mendinginkan? Tentu saja ini tidak benar, tapi inilah kebiasaan.) Wah, sudah meninggal pun orang masih diberi air.

Sayang sekali manusia (atau mungkin tepatnya orang Indonesia?) kurang perhatian terhadap air. Di dalam agama Islam ada kewajiban untuk menjaga alam. Mengapa kok kita tidak peduli? Padahal ini tututan dari agama kita? Ah … dangkalnya pemaham kita akan agama. Padahal kalau kita jaga air-air kita, manfaatnya juga bagi kita dan juga dapat amalan. Kurang apa lagi ya?

Khatib juga menceritakan bahwa tidak usah kita sampai sehebat patuh terhadap Al Qur’an. Ikut kebijakan lokal saja sudah bagus (selama tidak bertentangan dengan akidah tentunya). Sebagai contoh, dahulu tempat mata air itu dijaga. Ada hutannya. Bahkan katanya kalau ada yang mengganggu mata air itu bisa celaka. Pasalnya di hutan itu ada ular dan sebagainya. Mereka yang ikut mengamankan mata air itu. Binatang-binatang seperti tikus dan lain-lainnya diamankan dari mata air. Hasilnya mata air menjadi bersih selalu. Sekarang … eh, malah ularnya diburu, dijadikan makanan (sate ular?). Halah. Kemudian mata air dimiliki oleh orang, dan seterusnya. Sayang sekali ya.

Demikianlah catatan saya mengenai khutbah jum’at minggu lalu.

YM gak bisa login

Sudah lebih dari seminggu ini saya tidak bisa login ke Yahoo Messanger (YM) saya. Pakai Gaim juga nggak bisa. Pakai Meebo juga nggak bisa. Waduh. Account yahoo masih bener, sebab masih bisa login ke groups.yahoo, 360, flickr, dll.

Ada yang mengalami masalah ini juga?

[Update:]
Sudah ketemu solusinya. Ternyata YM menggunakan konfigurasi dari Internet Explorer (IE). Jika di IE ada proxy, maka proxy itu juga digunakan oleh YM. Biarpun konfigurasi YM sudah menuju ke tempat lain, proxy di IE tetap dipakai.

Saya tidak pernah mengecek IE karena selalu menggunakan Firefox. Ternyata proxy di IE saya tidak jalan. Solusi masalah saya adalah dengan menghapuskan isi proxy di IE. YM jalan kembali.

Linux dan Hardware

Pertama kali saya dipinjami notebook berisi Linux IGOS Nusantara senang sekali. Hari pertama notebook berjalan dengan lancar. Saya mencoba melakukan utak atik resolusi layarnya karena belum optimal (800x600). Coba sana sini belum ketemu juga caranya. Di tengah-tengah utak-atik ini tiba-tiba mousenya tidak jalan. Waduh.

Saya tidak tahu apakah utak-atik konfigurasi dari X window itu bisa menyebabkan mouse tidak jalan atau bukan karena itu. Memang konfigurasi X window menyebutkan device yang digunakan sebagai mouse. Apa ini menjadi berubah? Saya pasang mouse UBS, langsung jalan! (Siapa bilang Linux tidak kenal hardware?) Berarti bukan salah di X windownya, meskipun masih mungkin salah di konfigurasi.

Mouse menggunakan synaptics. Jadi saya cari program kecil yang fungsinya untuk memantau mouse tersebut. Ada! Saya jalankan, memang mouse tidak terpantau. Saya menyerah untuk sementara. Pakai USB mouse saja dulu. Sudah hampir 1 hari saya habiskan untuk utak-atik ini. Nah, besoknya saya diberitahu bahwa ada “Fn” key yang fungsinya untuk mengaktifkan mouse. Pasti kepencet itu. Saya cari di notebook memang ada function key yang aneh icon-nya. Saya coba … mouse jalan! Siwalan. Satu hari hilang gara-gara satu function key. Memang sih, ini gara-gara pakai notebook langsung main tanpa baca manualnya (sebetulnya memang dalam tas pinjaman tersebut tidak ada manual dari notebook Toshiba ini).

Masalah yang kedua muncul adalah masalah wireless. Singkat ceritanya sama juga. Ada tombol untuk mengaktifkan wireless. Tadinya saya kecele karena ada “fn-key” yang gambarnya wireless. Saya sudah berpikir bahwa masalahnya pasti sama dengan mouse, yaitu fn-key itu. Eh, ternyata bukan. Ternyata ada tombol lain lagi (dekat mouse, di samping) yang mengaktifkan wireless.

Moral of the story? Linux-nya tidak apa-apa, hanya masalahnya saya tidak mempelajari hardware yang digunakan. Lain kali baca manual dulu? (Nggak janji … he he he.)

Dikerjain MS Windows

Setelah ditunda-tunda cukup lama, akhirnya hari ini saya memiliki waktu untuk memasang harddisk 250GB di komputer saya yang menggunakan sistem operasi MS Windows XP (legal euy). Setelah utak atik dengan hardwarenya, konflik dengan CD-ROM, dan seterusnya, akhirnya dia berhasil dideteksi dengan BIOS. Sip.

Setelah itu saya mulai bingung. Saya boot komputer saya. Windows mengetahui ada device baru (ST…sekian), tapi dia belum muncul sebagai disk. Saya ingat bahwa dia harus dipartisi dan diformat dulu, tapi aplikasinya apa ya? Sudah lama saya tidak melakukan hal ini. Ubek sana sini, tidak ketemu aplikasinya. Total waktu yang hilang kira-kira satu jamanlah (dari mulai pasang hardware dan cari-cari).

Akhirnya saya putuskan untuk boot dengan Linux saja. Dari Linux (saya boot pakai Kbuntu setengah jalan, yang penting adalah supaya saya bisa buka terminal dan menjalankan fdisk) saya melakukan partisi dengan menggunakan fdisk dan make filesystem. Beres. Setelah itu baru saya boot kembali dengwn menggunakan Windows XP saya. Nah, baru kedeteksi dia. Hore. Sisanya tinggal melakukan format di Windows.

Ternyata menggunakan MS Windows tidak mudah juga. Siapa bilang Linux susah. Bagi saya, Linux ternyata lebih mudah. Ha ha ha.

Tentang Jum’atan.
Di blog saya yang lain, saya menuliskan mengenai khutbah Jum’at yang saya dengarkan. Tadinya sih saya ingin menuliskan apa yang saya dengar di setiap Jum’atan. Jika saya ingin menuliskan, maka saya harus mendengarkan. Jadi ini memaksa saya untuk tidak ngantuk ketika Jum’atan.

Saya agak sedikit bingung dengan khutbah Jum’at dua minggu yang lalu karena topiknya berubah-ubah. Saya mencoba mencari benang merahnya. Kalau dipaksakan sih ada, tapi kelihatannya meloncat-loncat. Khutbah Jum’at lalu lebih jelas (karena mungkin khatib membaca dari buku?), yaitu tentang ciri orang mukmin.

Sekarang tentang handphone.
Minggu lalu ada seorang pejabat memberi sambutan. Dalam sambutannya dia bercerita tentang orang yang lupa mematikan handphone pada saat sholat Jum’at. Pada rakaat kedua, handphone berbunyi. Bunyinya lagu yang norak lagi. Apa yang harus dia lakukan? Kalau dia tidak melakukan apa-apa, maka jamaah yang lain tidak bisa khusyu sholatnya. Kalau dia mencoba mematikan, apakah sholatnya nanti jadi tidak sah. (Nah, yang ini sebetulnya saya agak tidak setuju dengan sang pembicara. Apa iya sholat menjadi tidak sah? Dalam pendapat saya sih yang bersangkutan harus mematikan handphonenya, sebab kepentingan orang banyak di atas kepentingan dirinya sendiri. Menurut saya sih sholatnya tetap sah. Apakah ada rekan yang bisa memberikan penjelasan dan dalilnya mengenai hal ini?)

Semestinya di Internet ada banyak forum tanya jawab Islam yang lebih kontemporer seperti ini ya? Ada yang tahu?