Tentang Jum’atan.
Di blog saya yang lain, saya menuliskan mengenai khutbah Jum’at yang saya dengarkan. Tadinya sih saya ingin menuliskan apa yang saya dengar di setiap Jum’atan. Jika saya ingin menuliskan, maka saya harus mendengarkan. Jadi ini memaksa saya untuk tidak ngantuk ketika Jum’atan.
Saya agak sedikit bingung dengan khutbah Jum’at dua minggu yang lalu karena topiknya berubah-ubah. Saya mencoba mencari benang merahnya. Kalau dipaksakan sih ada, tapi kelihatannya meloncat-loncat. Khutbah Jum’at lalu lebih jelas (karena mungkin khatib membaca dari buku?), yaitu tentang ciri orang mukmin.
Sekarang tentang handphone.
Minggu lalu ada seorang pejabat memberi sambutan. Dalam sambutannya dia bercerita tentang orang yang lupa mematikan handphone pada saat sholat Jum’at. Pada rakaat kedua, handphone berbunyi. Bunyinya lagu yang norak lagi. Apa yang harus dia lakukan? Kalau dia tidak melakukan apa-apa, maka jamaah yang lain tidak bisa khusyu sholatnya. Kalau dia mencoba mematikan, apakah sholatnya nanti jadi tidak sah. (Nah, yang ini sebetulnya saya agak tidak setuju dengan sang pembicara. Apa iya sholat menjadi tidak sah? Dalam pendapat saya sih yang bersangkutan harus mematikan handphonenya, sebab kepentingan orang banyak di atas kepentingan dirinya sendiri. Menurut saya sih sholatnya tetap sah. Apakah ada rekan yang bisa memberikan penjelasan dan dalilnya mengenai hal ini?)
Semestinya di Internet ada banyak forum tanya jawab Islam yang lebih kontemporer seperti ini ya? Ada yang tahu?


oom,
ada orang yang memboikot solat jum’at karena gak seneng dengan penceramahnya yang tidak mencerminkan seorang yang ‘bersih’
;)
Comment by snydez — March 5, 2007 @ 11:07 am
terima kasih sharing info/ilmunya…
saya membuat tulisan tentang “Bagaimana Menjadi Khatib Efektif?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/bagaimana-menjadi-khatib-efektif-1-of-2.html
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
Comment by faisol — August 28, 2008 @ 12:24 pm